Samsung TV: Nikmati Koleksi Art Deco Tamara de Lempicka
Samsung Art Store menghadirkan 22 karya Tamara de Lempicka, membawa seni Art Deco legendaris ke layar TV Samsung The Frame, Neo QLED, Micro LED, dan OLED.
Samsung terus memperkaya layanan Samsung Art Store dengan menghadirkan koleksi eksklusif karya seni Art Deco dari pelukis legendaris Tamara de Lempicka. Sebanyak 22 karya ikonik dari seniman asal Polandia yang dikenal dengan gaya geometris khas dan komposisi elegan tersebut kini bisa dinikmati langsung dari layar televisi Samsung di rumah.
Langkah ini diambil Samsung di tengah meningkatnya minat global terhadap estetika Art Deco, yang kembali populer melalui tren Neo-Deco. Dengan menghadirkan karya Lempicka ke dalam Samsung Art Store, Samsung menjawab kebutuhan masyarakat akan pengalaman seni yang lebih mudah diakses tanpa harus mengunjungi museum atau galeri fisik. Koleksi ini tersedia di berbagai lini televisi Samsung, termasuk The Frame, Micro LED, Neo QLED, hingga OLED S95H.

Siapa Tamara de Lempicka?
Tamara de Lempicka adalah salah satu seniman paling berpengaruh dalam gerakan Art Deco yang aktif pada era 1920-an hingga 1930-an. Gaya visualnya yang menonjolkan garis tegas, bentuk geometris, serta komposisi yang elegan menjadikan karya-karyanya tetap relevan hingga saat ini. Ia dikenal sebagai pelukis yang mampu menangkap semangat modernitas dan kemandirian perempuan melalui potret-potret ikoniknya.
Salah satu karya yang turut dihadirkan adalah Autoportrait (1929), potret diri ikonik yang dibuat di Paris atas pesanan majalah mode Jerman Die Dame. Lukisan tersebut dikenal sebagai simbol kemandirian perempuan modern dan menjadi salah satu karya paling terkenal dalam sejarah Art Deco. Selain itu, Samsung juga menghadirkan St. Moritz, sebuah potret dengan karakter visual khas Lempicka yang menampilkan komposisi tegas dan pendekatan artistik yang sangat terstilisasi.
Koleksi ini turut dilengkapi sejumlah karya still life yang memperlihatkan keluasan eksplorasi artistik sang seniman. Dari potret manusia hingga benda mati, setiap karya Lempicka memiliki ciri khas yang mudah dikenali: palet warna yang berani, bayangan dramatis, dan komposisi yang terstruktur rapi. Karakteristik inilah yang membuat karyanya abadi dan terus dipelajari oleh seniman dan desainer hingga saat ini.
Apa Itu Samsung Art Store?
Samsung Art Store adalah layanan yang memungkinkan pengguna televisi Samsung untuk menampilkan karya seni digital di layar TV saat tidak digunakan. Alih-alih menampilkan layar hitam kosong, The Frame dan TV Samsung lainnya bisa berubah menjadi galeri seni pribadi yang menampilkan lukisan dan foto dari seniman-seniman ternama dunia. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada 2017 melalui The Frame, dan sejak saat itu terus berkembang.
Saat ini Samsung Art Store telah tersedia di berbagai lini televisi Samsung. Tidak hanya The Frame yang dirancang khusus dengan layar matte seperti kanvas, tetapi juga Micro LED, Micro RGB, Neo QLED, Mini LED, hingga OLED S95H. Dengan katalog yang terus berkembang, Samsung berupaya menghadirkan pengalaman menikmati seni yang lebih dekat, personal, dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
- The Frame — TV dengan layar matte seperti kanvas, tersedia dalam berbagai ukuran
- Micro LED — teknologi layar premium dengan kualitas gambar terbaik
- Neo QLED — QLED dengan Mini LED backlight untuk kontras sempurna
- OLED S95H — layar organik dengan warna hitam sejati
- Semua model mendukung Samsung Art Store dengan langganan bulanan atau tahunan
Inti dari karya Tamara de Lempicka adalah rasa identitas, keanggunan, dan modernitas yang kuat. Kolaborasi dengan Samsung Art Store memungkinkan karya-karyanya hadir dan menyentuh ruang-ruang baru.
— Marisa de Lempicka, Presiden Tamara de Lempicka Estate
Kebangkitan Art Deco di Era Digital
Keputusan Samsung untuk menghadirkan koleksi Art Deco bukanlah tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, estetika Art Deco mengalami kebangkitan signifikan di berbagai bidang, mulai dari desain interior, fashion, hingga arsitektur. Gaya yang identik dengan kemewahan, geometri, dan simetri ini kembali digemari oleh generasi muda yang mencari estetika visual yang kuat dan berkarakter.
Fenomena Neo-Deco — sebutan untuk kebangkitan Art Deco modern — bisa dilihat di berbagai platform seperti Pinterest, Instagram, dan TikTok, di mana estetika golden age 1920-an diadaptasi ke dalam konteks kontemporer. Samsung menangkap tren ini dan menghadirkan karya Lempicka sebagai jembatan antara seni klasik dan teknologi modern. Pengguna dapat menikmati kemewahan Art Deco langsung dari ruang tamu mereka melalui layar televisi beresolusi tinggi.
Kurator Samsung Art Store Eropa, Marta Di Gioia, mengatakan bahwa karya Lempicka memiliki relevansi yang kuat di tengah bangkitnya minat dunia terhadap Art Deco. "Karya Tamara de Lempicka memiliki kualitas abadi yang terasa sangat relevan seiring Art Deco kembali menjadi perhatian dunia. Karyanya tetap mempertahankan ketegasan dan modernitas tanpa kehilangan ketajamannya yang orisinal," ujarnya.
Teknologi di Balik Samsung Art Store
Samsung Art Store bukan sekadar galeri digital biasa. Layanan ini didukung oleh teknologi layar canggih yang mampu mereproduksi warna dan detail dengan akurasi tinggi. TV Samsung khususnya The Frame, menggunakan panel matte yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya sehingga karya seni tampil seperti lukisan asli di dinding. Teknologi ini membuat batas antara TV dan karya seni nyaris tidak terlihat.
Fitur Motion Detection pada The Frame memungkinkan TV secara otomatis beralih ke mode Art Store saat tidak ada gerakan terdeteksi di ruangan. Sensor cahaya sekitar juga akan menyesuaikan kecerahan layar secara otomatis, meniru efek pencahayaan museum yang optimal untuk menampilkan karya seni. Pengguna juga bisa memilih bingkai magnetik yang dapat diganti-ganti sesuai dekorasi ruangan, semakin memperkuat ilusi lukisan asli di dinding.

Harga dan Ketersediaan
Koleksi Tamara de Lempicka sudah tersedia di Samsung Art Store untuk semua pengguna TV Samsung yang mendukung layanan ini. Samsung Art Store sendiri dapat diakses melalui langganan bulanan atau tahunan. Harga Samsung The Frame bervariasi tergantung ukuran, mulai dari Rp8 jutaan untuk varian 32 inci hingga Rp40 jutaan untuk ukuran 85 inci.
Bagi yang belum memiliki TV Samsung yang kompatibel, koleksi ini bisa menjadi alasan tepat untuk mulai mempertimbangkan The Frame atau lini TV Samsung lainnya. Selain menonton tayangan favorit dengan kualitas gambar premium, pengguna juga bisa menikmati galeri seni pribadi yang mempercantik ruangan. Samsung Art Store terus menambah koleksi karya dari berbagai seniman dan era, sehingga pengguna tidak akan pernah kehabisan inspirasi visual.
Kesimpulan
Kolaborasi Samsung Art Store dengan Tamara de Lempicka Estate menghadirkan cara baru untuk menikmati seni Art Deco legendaris di era digital. Dengan 22 karya ikonik yang tersedia langsung di layar televisi, Samsung berhasil menjembatani kesenjangan antara apresiasi seni klasik dan teknologi modern. Hadirnya koleksi ini juga menegaskan posisi Samsung sebagai pionir dalam menghadirkan pengalaman seni digital di rumah.
Bagi pecinta seni dan teknologi, kehadiran koleksi Tamara de Lempicka di Samsung Art Store adalah kabar baik. Tidak perlu lagi bepergian ke museum atau galeri untuk menikmati mahakarya Art Deco — cukup duduk di ruang tamu dan biarkan TV Samsung yang menghidupkan seni tersebut. Investasi pada The Frame atau TV Samsung lainnya kini memiliki nilai tambah sebagai galeri seni pribadi yang bisa dinikmati setiap hari.
Koleksi ini juga menjadi pengingat bahwa teknologi dan seni bisa berjalan beriringan. Samsung membuktikan bahwa TV bukan sekadar perangkat hiburan, tetapi juga bisa menjadi kanvas digital untuk menampilkan keindahan karya seni dari berbagai masa. Dengan terus bertambahnya koleksi, Samsung Art Store berpotensi menjadi platform seni digital terbesar di dunia yang bisa diakses dari kenyamanan rumah sendiri.
Ditulis oleh
BarangBagus
BarangBagus adalah blog gadget Indonesia yang menyajikan informasi spesifikasi, harga, dan ulasan produk teknologi terkini secara objektif dan mudah dipahami.


