Acer Predator Helios 18 AI: Laptop Gaming dengan RTX 5090 dan Mini LED 18 Inci
Acer memamerkan Predator Helios 18 AI di Computex 2026 dengan GPU RTX 5090, layar Mini LED 18 inci, dan RAM hingga 256 GB.
Acer Hadir di Computex 2026 dengan Jajaran Gaming Terbaru
Acer membawa sejumlah produk gaming terbaru ke ajang Computex 2026 di Taiwan, dan yang paling menarik perhatian adalah Acer Predator Helios 18 AI. Laptop ini dirancang untuk gamer yang tidak mau berkompromi soal performa, dengan spesifikasi yang benar-benar memaksimalkan apa yang bisa ditawarkan platform laptop saat ini. Predator Helios 18 AI juga meraih iF Design Award 2026 atas desainnya yang inovatif.
Selain Predator Helios 18 AI, Acer juga memperkenalkan Acer Nitro 16 dengan AMD Ryzen 9 9955HX3D, serta Acer Nitro Blaze Link, perangkat handheld khusus untuk streaming game dari PC. Ekosistem gaming Acer juga diperkuat dengan peluncuran keyboard Predator Aethon 750 dan tas ransel Predator Robust Plus.

Predator Helios 18 AI: Performa Desktop dalam Bodi Laptop
Acer Predator Helios 18 AI (PH18-I71) hadir sebagai laptop gaming unggulan Acer di tahun ini. Dapur pacunya ditopang Intel Core Ultra 9 processor 290HX Plus yang dikombinasikan dengan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop dengan 24 GB VRAM GDDR7, cukup untuk menangani game berat maupun tugas kreatif yang menuntut kemampuan grafis tinggi.
Layarnya berukuran 18 inci dengan panel Mini LED beresolusi WQUXGA (3840 x 2400) dan rasio 16:10. Tingkat kecerahan mencapai 1.000 nits dalam mode HDR, akurasi warna Calman Verified dengan cakupan DCI-P3 100%, serta dukungan NVIDIA G-SYNC. Fitur Dual-Mode Display memungkinkan pengguna beralih antara mode 4K 120 Hz untuk kualitas visual terbaik atau Full HD 240 Hz untuk gaming kompetitif.
Memori dan Penyimpanan yang Luar Biasa
Untuk urusan memori dan penyimpanan, Acer Predator Helios 18 AI bisa dikonfigurasi hingga 256 GB DDR5 dan total storage hingga 6 TB melalui tiga slot PCIe Gen 5 NVMe SSD. Angka ini jauh melampaui kebutuhan kebanyakan gamer, tapi memang posisinya sebagai laptop premium kelas atas yang ditujukan untuk konten kreator profesional dan penggunaan workstation.
Sistem pendingin juga mendapat perhatian serius. Acer menggunakan dual kipas 6th Gen Predator AeroBlade 3D Fans dengan 100 bilah logam setebal hanya 0,05 mm per bilah, diklaim mampu meningkatkan aliran udara hingga 20% dibanding kipas berbahan plastik konvensional. Sistem ini didukung pula oleh vector heat pipes dan liquid metal thermal grease untuk pengelolaan panas yang lebih efisien.
- Intel Core Ultra 9 290HX Plus + RTX 5090 Laptop
- Layar Mini LED 18 inci WQUXGA, 120/240 Hz
- RAM hingga 256 GB DDR5
- Storage hingga 6 TB PCIe Gen 5 NVMe
- Dual kipas AeroBlade 3D + liquid metal
Acer Nitro 16: Pilihan Gaming Bertenaga AMD Ryzen 9
Selain lini Predator, Acer juga memperkenalkan Acer Nitro 16 (AN16-A91) yang menjadi laptop gaming pertama di lini Nitro dengan dukungan AMD Ryzen 9 9955HX3D. Prosesor ini membawa teknologi 3D V-Cache yang selama ini dikenal di platform desktop, kini hadir dalam format mobile. GPU-nya bisa dikonfigurasi hingga NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti Laptop dengan 12 GB GDDR7 VRAM.
Layar Acer Nitro 16 berukuran 16 inci beresolusi WQXGA (2560 x 1600) dan refresh rate hingga 240 Hz. Kapasitas memorinya mencapai 32 GB DDR5 dengan kecepatan 5.600 MT/s, sementara storage didukung dua slot PCIe Gen 4 NVMe dengan kapasitas total hingga 2 TB. Bobotnya 2,5 kg dengan baterai 92 Wh, sedikit lebih ringan dan kompak dibanding Predator Helios 18 AI.
Acer Nitro Blaze Link: Streaming Handheld Tanpa Prosesor Lokal
Acer turut membawa kategori produk yang sedikit berbeda: Acer Nitro Blaze Link (GN772), sebuah perangkat handheld yang difokuskan untuk streaming game dari PC, bukan memproses game secara lokal. Perangkat ini terhubung ke laptop atau PC melalui Wi-Fi 6 dan menampilkan game secara real-time ke layar sentuh 7 inci beresolusi WUXGA (1920 x 1200).
Spesifikasi internalnya memang minim, hanya 1 GB LPDDR4 dan 8 GB eMMC, karena semua pemrosesan dilakukan di sisi perangkat induknya. Bobotnya hanya 464 gram, dengan baterai 18 Wh dan dua speaker 2 watt. Sistem operasinya berbasis Linux Debian, dengan software Sunshine dan Moonlight sebagai tulang punggung fungsi streaming-nya. Perangkat ini cocok untuk situasi di mana pengguna ingin bermain di ruangan berbeda tanpa memindahkan laptop.
Harga dan Ketersediaan
Semua produk di atas diperkenalkan dalam ajang Computex 2026 di Taiwan. Harga dan jadwal ketersediaan untuk Indonesia belum diumumkan dan bisa berbeda antar kawasan. Predator Helios 18 AI dengan spesifikasi penuh diperkirakan berada di kisaran harga puluhan juta rupiah, mengingat GPU RTX 5090 dan panel Mini LED 18 inci yang digunakan.
Informasi lebih lanjut mengenai harga dan tanggal rilis resmi di Indonesia bisa dipantau melalui situs acerid.com. Mengingat Computex 2026 baru saja berlangsung, kemungkinan besar Acer Indonesia akan mengumumkan ketersediaan dan harga lokal dalam beberapa minggu ke depan. Gamer Indonesia yang mencari laptop gaming performa tertinggi tentu memiliki opsi baru yang sangat menarik.
Predator Helios 18 AI menjadi laptop gaming Acer paling powerful yang pernah ada, dengan RTX 5090, RAM 256 GB, dan storage 6 TB.
— BarangBagus
Kesimpulan
Acer Predator Helios 18 AI menjadi flagship gaming laptop yang benar-benar memaksimalkan semua yang bisa ditawarkan platform laptop saat ini. Dengan RTX 5090, layar Mini LED 18 inci, dan RAM hingga 256 GB, laptop ini ditujukan untuk gamer dan kreator profesional yang membutuhkan performa desktop dalam format portabel.
Kombinasi Predator Helios 18 AI, Nitro 16, dan Nitro Blaze Link menunjukkan strategi Acer yang komprehensif dalam melayani berbagai segmen gamer, dari kelas atas hingga streaming portabel. Harga dan ketersediaan di Indonesia masih perlu ditunggu, namun jajaran produk ini sudah memberikan gambaran tentang standar baru laptop gaming di tahun 2026.
Ditulis oleh
BarangBagus
BarangBagus adalah blog gadget Indonesia yang menyajikan informasi spesifikasi, harga, dan ulasan produk teknologi terkini secara objektif dan mudah dipahami.


