Aksesori

Anker 160W Smart Display Charger Pro+: Charger Ambisius dengan Protokol Xiaomi & Huawei

Anker merilis charger 160W dengan tiga port USB-C, dukungan protokol eksklusif Xiaomi 120W dan Huawei 66W, serta layar LCD real-time.

BBarangBagus12 Juni 202610 menit baca

Anker Prediksi Power Bank Punah, Tapi Justru Luncurkan Charger Ambisius

CEO Anker, Meng Yang, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan saat rapat pemegang saham tahunan 2025. Ia memprediksi bahwa power bank mungkin akan punah dalam beberapa tahun ke depan, menyamakan nasibnya dengan gadget konsumen yang sudah ditinggalkan seperti pemutar MP3, kaset, hingga CD. Siklus hidup produk elektronik konsumen memang cenderung pendek, biasanya hanya sekitar sepuluh tahun sebelum digantikan teknologi yang lebih baru.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Anker sendiri mengakui pernah terlalu agresif dalam memperluas jajaran power bank-nya, hingga sempat menjual sekitar 100 model berbeda dalam satu tahun di 2024. Dalam rapat pemegang saham, manajemen Anker secara terang-terangan menyatakan bahwa jumlah sebanyak itu tidak realistis untuk dijaga kualitasnya. Meski begitu, performa keuangan Anker secara keseluruhan masih solid: sepanjang 2025, perusahaan membukukan pendapatan 30,51 miliar yuan, tumbuh 23,49 persen secara tahunan.

Di kuartal pertama 2026, pendapatan Anker kembali naik 26,93 persen meski laba bersih turun 4,87 persen. Penurunan laba ini sebagian besar disebabkan oleh investasi besar dalam riset dan pengembangan charger generasi baru, termasuk Anker 160W Smart Display Charger Pro+ yang menjadi fokus artikel ini. Anker jelas bertaruh masa depan ada pada charger cerdas, bukan power bank konvensional.

Anker Power Bank dengan Layar Digital
Anker tetap merilis power bank meski CEO memprediksi produk ini akan punah

Anker 160W Smart Display Charger Pro+: Spesifikasi Lengkap

Di tengah narasi besar soal masa depan power bank, Anker justru meluncurkan salah satu charger paling ambisius dalam sejarahnya. Anker 160W Smart Display Charger Pro+ dijual seharga 699 yuan, setara 103 dolar AS, di JD.com dan menawarkan fitur yang jarang ditemukan di charger pihak ketiga.

Yang paling menonjol adalah kompatibilitas penuh dengan protokol pengisian cepat eksklusif milik Xiaomi dan Huawei. Untuk Xiaomi, charger ini mendukung 120W MiPPS, sementara untuk Huawei mendukung 66W SCP. Ini merupakan langkah besar karena selama ini protokol pengisian cepat eksklusif hanya bisa dimanfaatkan penuh oleh charger bawaan masing-masing brand.

Sebagai konteks, MiPPS (Modified Integrated Power Protocol Standard) adalah protokol pengisian cepat proprietary Xiaomi yang memungkinkan pengisian hingga 120W dengan kompatibilitas terbatas pada perangkat dan charger Xiaomi. Sementara SCP (SuperCharge Protocol) adalah protokol Huawei yang mendukung pengisian hingga 66W. Kedua protokol ini sebelumnya tidak tersedia di charger pihak ketiga, membuat pengguna harus membawa charger bawaan masing-masing brand.

  • Tiga port USB-C dengan total output maksimal 160W
  • USB Power Delivery 3.1 140W, PPS 100W, Quick Charge 3.0
  • Dukungan FCP, AFC, hingga UFCS
  • Layar warna LCD real-time untuk monitoring daya
  • Identifikasi perangkat Apple yang terhubung via Bluetooth
  • Aplikasi pendamping untuk pengaturan jadwal pengisian
  • Pembaruan firmware secara nirkabel untuk protokol baru
  • Sertifikasi TUV Rheinland untuk penggunaan 24 jam pada 140W

Layar LCD dan Konektivitas Bluetooth

Layar warna di bagian depan charger menampilkan informasi daya secara real-time sekaligus mampu mengidentifikasi perangkat Apple yang terhubung. Lewat koneksi Bluetooth ke aplikasi pendamping Anker, pengguna dapat memantau konsumsi daya, mengatur jadwal pengisian, hingga mengalokasikan daya per port secara manual dengan presisi hingga 1 watt.

Fitur ini menjadikan Anker 160W bukan sekadar charger biasa, melainkan pusat kontrol pengisian daya yang cerdas. Pengguna bisa melihat berapa watt yang dikonsumsi setiap perangkat, menyesuaikan distribusi daya sesuai kebutuhan, bahkan menjadwalkan pengisian di jam-jam tertentu untuk memanfaatkan tarif listrik off-peak. Layar LCD juga menampilkan suhu internal secara real-time, memberikan visibilitas penuh terhadap kondisi charger saat beroperasi.

Aplikasi pendamping Anker tersedia untuk iOS dan Android, memungkinkan pengaturan jarak jauh tanpa perlu menyentuh charger secara fisik. Pengguna bisa mengatur batas daya per port, mengaktifkan mode pengisian lambat untuk baterai, atau mengatur timer pengisian otomatis. Semua pengaturan tersimpan di cloud dan tersinkronisasi antar perangkat.

PowerIQ 5.0 dan Sistem Keamanan

Secara internal, Anker menggunakan sistem manajemen daya PowerIQ 5.0 yang memeriksa kebutuhan setiap perangkat setiap dua menit dan mendistribusikan ulang daya yang tidak terpakai. Ini memastikan efisiensi pengisian tetap optimal meski beberapa perangkat terhubung secara bersamaan.

Dimensinya cukup ringkas di 65 x 52 x 35 mm, dilengkapi tiga sensor suhu internal, dan telah tersertifikasi TUV Rheinland untuk penggunaan berkelanjutan pada beban 140W selama 24 jam. Sertifikasi ini menjamin keamanan charger saat digunakan dalam durasi panjang, bahkan pada beban berat.

Sistem keamanan berlapis mencakup perlindungan terhadap arus berlebih, tegangan berlebih, suhu berlebih, dan hubung singkat. Setiap port memiliki perlindungan independen, sehingga masalah pada satu port tidak mempengaruhi port lainnya. Ini kritis untuk pengguna yang mengisi daya beberapa perangkat berharga sekaligus.

Pembaruan Firmware Nirkabel

Yang menarik, Anker juga menyertakan dukungan pembaruan firmware secara nirkabel. Protokol pengisian baru bisa ditambahkan di masa mendatang tanpa perlu mengganti perangkat keras sama sekali. Ini berarti charger ini tetap relevan meskipun standar pengisian cepat terus berkembang.

Dengan demikian, investasi pada charger premium ini tidak akan usang dalam waktu dekat. Anker memposisikan produk ini sebagai perangkat masa depan yang bisa beradaptasi dengan teknologi baru melalui pembaruan perangkat lunak. Kemampuan ini belum dimiliki oleh charger bawaan Xiaomi atau Huawei yang statis sejak pembelian.

Kompatibilitas Multi-Perangkat

Charger ini dirancang untuk mengisi daya berbagai jenis perangkat secara bersamaan. Tiga port USB-C memungkinkan pengguna mengisi laptop, smartphone, dan tablet sekaligus tanpa perlu membawa banyak charger. Dengan total output 160W, setiap port masih bisa menghasilkan daya yang cukup untuk pengisian cepat.

  • Laptop: USB PD 3.1 hingga 140W, cukup untuk MacBook Pro 16 inci
  • Smartphone Xiaomi: 120W MiPPS, pengisian penuh dalam 19 menit
  • Smartphone Huawei: 66W SCP, pengisian cepat tanpa charger bawaan
  • iPhone: USB PD hingga 27W untuk iPhone 15 Pro Max
  • iPad: USB PD hingga 30W untuk iPad Pro M2
  • Nintendo Switch: USB PD hingga 39W untuk mode docked

Harga dan Ketersediaan

Anker 160W Smart Display Charger Pro+ dijual seharga 699 yuan atau sekitar Rp1,5 juta di JD.com. Harga ini cukup kompetitif mengingat fitur yang ditawarkan, terutama dukungan protokol eksklusif Xiaomi dan Huawei yang biasanya hanya ada di charger bawaan masing-masing brand.

Belum ada konfirmasi ketersediaan produk ini di pasar Indonesia. Namun mengingat Anker memiliki distribusi yang luas di Asia Tenggara, kemungkinan besar produk ini akan hadir di Shopee atau Tokopedia dalam beberapa bulan ke depan. Pantau toko resmi Anker Indonesia untuk update ketersediaan dan harga resmi di Tanah Air.

Sebagai perbandingan, Xiaomi 140W GaN Charger dijual sekitar Rp800 ribu tanpa dukungan protokol eksklusif Huawei, sementara Huawei 88W SuperCharge Charger sekitar Rp600 ribu tanpa dukungan protokol Xiaomi. Anker 160W menggabungkan keduanya dalam satu perangkat dengan harga yang relatif kompetitif.

Perbandingan dengan Charger Sejenis

Di pasaran, beberapa charger multi-port berdaya tinggi sudah tersedia. Namun kebanyakan tidak menawarkan dukungan protokol eksklusif seperti MiPPS atau SCP. Xiaomi 140W GaN Charger hanya mendukung protokol standar, sementara Huawei 88W SuperCharge Charger terbatas pada perangkat Huawei saja.

Anker 160W Smart Display Charger Pro+ mengisi celah ini dengan menggabungkan semua protokol dalam satu perangkat. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk pengguna yang memiliki perangkat dari berbagai brand, atau keluarga dengan campuran smartphone Android dan iOS. Tidak perlu lagi menebak charger mana yang cocok untuk perangkat nào.

Charger ini bukan sekadar mengisi daya lebih cepat. Ia mengubah cara kita berpikir tentang satu charger untuk semua perangkat.

BarangBagus

Kesimpulan

Anker 160W Smart Display Charger Pro+ adalah bukti bahwa inovasi di bidang pengisian daya masih jauh dari kata habis. Dengan dukungan protokol eksklusif Xiaomi dan Huawei, tiga port USB-C berdaya tinggi, layar LCD real-time, dan pembaruan firmware nirkabel, charger ini menawarkan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya di charger pihak ketiga.

Meski CEO Anker memprediksi power bank akan punah, perusahaan ini justru membuktikan bahwa masa depan pengisian daya ada pada charger cerdas yang bisa beradaptasi. Anker 160W Smart Display Charger Pro+ mungkin menjadi salah satu charger terlengkap yang bisa Anda beli saat ini, terutama jika Anda pengguna multi-brand yang mendambakan satu solusi untuk semua perangkat.

  • Kelebihan: Dukungan protokol Xiaomi 120W dan Huawei 66W, tiga port USB-C, layar LCD real-time, pembaruan firmware nirkabel, sertifikasi TUV Rheinland
  • Kekurangan: Harga premium Rp1,5 juta, belum tersedia secara global, ukuran sedikit lebih besar dari charger GaN standar
  • Verdict: Charger terbaik untuk pengguna multi-brand yang butuh satu solusi untuk semua perangkat
ankercharger160WUSB-Cpengisian cepat
B

Ditulis oleh

BarangBagus

BarangBagus adalah blog gadget Indonesia yang menyajikan informasi spesifikasi, harga, dan ulasan produk teknologi terkini secara objektif dan mudah dipahami.

Artikel Terkait