Infinix XBOOK 15: Laptop Rp7 Jutaan Bodi Aluminium 65W
Infinix XBOOK 15 resmi di Indonesia dengan bodi aerospace-grade aluminium, prosesor AMD Ryzen 5000 Series, dan pengisian cepat 65W. Harga mulai Rp7,3 jutaan.

Pasar laptop Indonesia di kelas Rp7-8 jutaan makin ramai. Setelah Polytron Luxia R5 dan Infinix XBOOK B15, kini Infinix kembali dengan Infinix XBOOK 15 — laptop 15 inci yang mengusung bodi aerospace-grade aluminium, prosesor AMD Ryzen 5000 Series, dan pengisian daya 65W. Meski namanya mirip pendahulunya, model ini berbeda dari XBOOK B15 yang rilis April 2025. Perbedaan mulai dari material bodi, opsi prosesor, hingga sistem pengisian yang lebih cepat.
Laptop ini menyasar mahasiswa dan profesional muda yang butuh perangkat kerja harian dengan build kokoh tanpa harus merogok kocek terlalu dalam. Dengan harga mulai Rp7,3 jutaan, Infinix XBOOK 15 mencoba menawarkan value yang sulit ditandingi kompetitor di segmen yang sama.
Desain Premium dengan Aerospace-Grade Aluminium
Salah satu daya tarik utama Infinix XBOOK 15 ada di material bodinya. Infinix menggunakan aerospace-grade aluminum alloy dengan sentuhan dual-texture — kombinasi finishing yang memberikan kesan premium saat digenggam maupun dilihat. Di kelas harga Rp7 jutaan, masih banyak laptop yang mengandalkan polikarbonat yang terasa murah dan rentan retak. Infinix jelas ingin membedakan diri.
Bodi aluminium ini juga telah melalui berbagai pengujian ketahanan untuk memastikan performa jangka panjang. Meski Infinix tidak merinci standar pengujiannya, penggunaan material metal sudah selayaknya membuat laptop lebih kokoh dibanding laptop polikarbonat rata-rata. Sayangnya Infinix belum mengungkap dimensi dan berat pasti XBOOK 15 — informasi penting terutama buat yang sering mobilitas.
Keyboard XBOOK 15 punya travel distance 1,5 mm dengan backlight tiga tingkat yang bisa diatur sesuai kondisi pencahayaan. Touchpad-nya menggunakan AG Glass berukuran 6,36 inci, diklaim 30 persen lebih luas dari touchpad standar. Dalam praktiknya, touchpad lebih luas memang bikin gesture multi-jari seperti scroll dan switching aplikasi terasa lebih nyaman tanpa sering mentok di tepi.
Layar IPS FHD 15,6 Inci dengan Bezel Tipis
Infinix XBOOK 15 mengusung layar 15,6 inci dengan panel IPS resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel). Ukuran ini standar untuk laptop produktivitas — cukup lega untuk membuka dua jendela bersebelahan. Rasio layar ke bodi mencapai 85 persen berkat bezel yang relatif tipis untuk laptop di segmen ini.
Panel IPS memastikan sudut pandang yang luas dan warna yang cukup akurat untuk pekerjaan non-desain. Untuk kelas harganya, kualitas layar Infinix XBOOK 15 sebanding dengan kompetitor seperti Polytron Luxia R5 atau laptop ASUS Vivobook 15 series. Infinix tidak menyebutkan tingkat kecerahan atau gamut warna, tapi untuk penggunaan di dalam ruangan, panel IPS standar biasanya sudah mencukupi.
Sayangnya tidak ada opsi layar sentuh atau resolusi lebih tinggi. Di era di mana laptop Rp7 jutaan sudah mulai banyak yang beralih ke OLED atau setidaknya panel dengan color gamut sRGB 100%, layar XBOOK 15 tergolong standar. Tapi untuk tugas perkantoran, browsing, dan nonton streaming, kualitasnya masih dalam batas wajar.
Performa AMD Ryzen 5000 Series yang Bertenaga
Infinix XBOOK 15 hadir dalam dua varian prosesor. Varian dasar pakai AMD Ryzen 5 5500U — 6 core 12 thread dengan clock 2,1 GHz boost hingga 4,0 GHz. Cukup untuk multitasking harian, memproses dokumen besar, hingga editing foto ringan di Photoshop atau Lightroom. Varian atasnya menggunakan AMD Ryzen 7 5825U — 8 core 16 thread dengan clock 2,0 GHz boost hingga 4,5 GHz, lebih cocok untuk coding, rendering video ringan, atau pekerjaan yang butuh daya komputasi lebih.
Meski Ryzen 5000 Series bukan arsitektur terbaru AMD (saat ini sudah ada Ryzen 7000 dan 8000 Series), performanya masih relevan untuk kebutuhan produktivitas di tahun 2026. Yang perlu dicatat: laptop entry-level sampai mid-range biasanya memakai chip generasi sebelumnya untuk menekan harga. Jadi penggunaan Ryzen 5000 Series di titik harga ini cukup wajar.
Kedua varian dipasangkan dengan RAM 8 GB LPDDR4X. Ini salah satu kelemahan utama XBOOK 15 — RAM bersifat non-upgradeable karena sudah tersolder di motherboard. Buat pengguna yang sering membuka banyak tab browser atau aplikasi berat, 8 GB bisa terasa terbatas. Namun untuk penggunaan standar seperti Microsoft Office, browsing, Google Meet, dan streaming, 8 GB masih mencukupi.
Penyimpanan menggunakan SSD NVMe: 256 GB untuk varian Ryzen 5 dan 512 GB untuk Ryzen 7. Infinix menyebut kapasitas bisa ditingkatkan hingga 1 TB. Sayangnya tidak disebutkan apakah slot ekspansi internal tersedia untuk SSD tambahan atau hanya mengganti SSD bawaan. Untuk sistem pendingin, XBOOK 15 mengandalkan dual heat pipes dengan kipas aktif yang memastikan distribusi panas merata saat digunakan dalam waktu lama.
Webcam 1080p dengan Dual Front Fill Light
Pandemi mengubah cara kita bekerja, dan webcam jadi komponen krusial di laptop. Infinix XBOOK 15 membekali webcam 1080p — resolusi yang lebih tinggi dari rata-rata laptop di kelasnya yang masih bertahan di 720p. Lebih dari itu, ada dual front fill light, yaitu dua lampu LED kecil di sekitar webcam yang menyala otomatis saat cahaya ruangan kurang. Hasilnya, wajah tetap terang saat video call di kamar remang-remang.
Fitur AI ENC Noise Cancellation juga hadir untuk meredam suara latar selama panggilan. Teknologi ini membedakan suara manusia dari noise lingkungan seperti suara ketikan keyboard, kipas AC, atau kendaraan di luar. Buat yang sering meeting dari coffee shop atau co-working space, fitur ini sangat membantu.
Kombinasi webcam 1080p, front fill light, dan AI ENC jarang ditemukan di laptop Rp7 jutaan. Kompetitor di kelas yang sama seperti ASUS Vivobook Go 15 atau Acer Aspire 5 masih kebanyakan mengandalkan webcam 720p tanpa pencahayaan tambahan. Ini jadi salah satu keunggulan XBOOK 15 yang layak diapresiasi.
Baterai 50 Wh dan Pengisian 65W
Baterai 50 Wh menjadi bekal Infinix XBOOK 15 dengan klaim ketahanan hingga 8 jam pemakaian. Angka ini tentu perlu diuji dalam kondisi nyata — biasanya pemakaian campuran (browsing, dokumen, streaming) akan menghasilkan 5-7 jam tergantung kecerahan layar dan aplikasi yang berjalan. Untuk ukuran laptop 15,6 inci, kapasitas ini standar.
Yang lebih menarik adalah pengisian daya 65W melalui USB-C. Di kelas harga Rp7 jutaan, banyak laptop masih mengandalkan adaptor 45W atau bahkan barrel charger kuno. USB-C 65W tidak hanya lebih cepat, tapi juga lebih praktis — chargernya bisa dipakai untuk smartphone atau tablet yang mendukung USB-C charging. Bahkan bisa diisi pakai powerbank USB-C PD 65W untuk darurat.
Untuk konektivitas nirkabel, Infinix XBOOK 15 masih mengandalkan WiFi 5 dan Bluetooth 5.0. WiFi 5 di tahun 2026 mulai terasa ketinggalan — kebanyakan router modern sudah mendukung WiFi 6 yang menawarkan kecepatan lebih tinggi dan latensi lebih rendah. Namun untuk penggunaan internet rumahan standar, WiFi 5 masih cukup andal. Bluetooth 5.0 sudah memadai untuk koneksi mouse, keyboard, atau headset nirkabel.
Port fisik yang tersedia meliputi USB 3.2 Gen 1 Type-C, HDMI 1.4, dan audio combo 3,5 mm. Sayangnya hanya ada satu port USB Type-C yang juga berfungsi sebagai port pengisian daya. Beberapa pengguna mungkin merasa perlu hub tambahan untuk peripheral USB-A tambahan.
Harga Kompetitif dan Garansi Dua Tahun
Infinix XBOOK 15 dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif. Varian AMD Ryzen 5 5500U dengan SSD 256 GB dijual Rp7.399.000, sementara varian AMD Ryzen 7 5825U dengan SSD 512 GB dijual Rp8.199.000. Selisih Rp800.000 untuk upgrade prosesor dan kapasitas penyimpanan dua kali lipat — cukup worth it kalau budget memungkinkan.
Perbandingan dengan kompetitor: Polytron Luxia R5 dengan Ryzen 5 juga dijual di kisaran Rp7,5 jutaan. ASUS Vivobook 15 dengan Intel i5 generasi 12-13 biasanya di Rp8-9 jutaan. Acer Aspire 5 dengan Ryzen 5 juga sekitar Rp7,5-8,5 jutaan. Infinix XBOOK 15 cukup kompetitif, apalagi dengan tambahan bodi aluminium, webcam 1080p, dan garansi dua tahun.
Garansi resmi dua tahun jadi nilai jual tersendiri. Sebagian besar laptop di kelas ini hanya memberikan garansi satu tahun. Dengan garansi dua tahun, biaya kepemilikan jangka panjang jadi lebih terprediksi. Laptop sudah tersedia di berbagai platform e-commerce Indonesia dan mitra penjualan resmi Infinix.
Kesimpulan
Infinix XBOOK 15 menawarkan paket yang solid di kelas Rp7-8 jutaan. Bodi aluminium memberikan kesan premium yang jarang ditemukan di segmen ini. Webcam 1080p dengan front fill light dan AI ENC jadi pembeda utama untuk kebutuhan work from home dan meeting online. Pengisian 65W via USB-C juga lebih modern dibanding rata-rata kompetitor.
Di sisi lain, RAM 8 GB yang non-upgradeable jadi batasan serius untuk pengguna dengan workload berat. WiFi 5 juga mulai tertinggal di era WiFi 6. Tapi untuk target pasar mahasiswa dan profesional muda yang butuh laptop kerja harian dengan build kokoh, fitur modern, dan harga terjangkau, Infinix XBOOK 15 layak masuk shortlist.
Ditulis oleh
BarangBagus
BarangBagus adalah blog gadget Indonesia yang menyajikan informasi spesifikasi, harga, dan ulasan produk teknologi terkini secara objektif dan mudah dipahami.


